Ketika ditanya mengenai keberadaan monyet yang banyak di wilayah makam Solear, Abdul Rahman menjelaskan bahwa moyet yang ada di sekitara makam Solear dulunya adalah prajurit dari Prabu Kian Santang. Mereka berubah menjadi monyet karena berkhianat kepada Prabu Kian Santang.
“Mereka berubah menjadi monyet karena berkhianat, dan sampai dengan saat ini monyet yang ada di Solear tidak bertambah dan berkurang,” tambahnya.
Abdul Rahman juga selalu mengingatkan kepada para pengunjung agar tidak menganggu monyet-monyet yang ada. Pernah ada satu pengunjung yang sengaja membawa satu ekor monyet yang ada di makam Solear, dan orang itu sakit tidak kunjung sembuh.
“Memang pernah ada kejadian seperti itu, setelah monyet itu dikembalikan akhirnya orang tersebut sembuh. Tidak hanya itu, banyak juga para penziarah yang meminta sesuatu di makam Syekh Mas Masad. Nah, saat seperti itu saya mengingatkan kepada para penziarah agar tidak meminta apapun kepada makam, kalau sekedar mendoakan tidak apa-apa,” tegas Abdul Rahman.
Saat ini Makam Solear masih seperti dahulu, tidak ada perubahan berarti yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang. hal ini terlihat dari akses jalan menuju makam yang sempit serta berlubang.
(Fiddy Anggriawan )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.