Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Lebih Dalam Kehidupan Suku Mentawai

Tentry Yudvi , Jurnalis-Selasa, 15 November 2016 |15:15 WIB
Mengenal Lebih Dalam Kehidupan Suku Mentawai
Kehidupan Suku Mentawai (Sijori Images/Barcroft)
A
A
A

MENTAWAI yang berlokasi di Sumatera Barat memang cantik dan disukai banyak turis Asing. Di samping itu, budaya etnik yang dihadirkan oleh Suku Mentawai juga menjadi ikon pariwisata di sana. Apalagi, suku Mentawai masih menjalankan tradisi nenek moyang hingga saat ini.

Beruntungnya seorang fotografer bernama Muhammad Fauzy Chaniagom (19), bisa merasakan hidup di desa bersama para suku selama empat hari dan banyak pengalaman yang diceritakannya melalui media foto.

Cerita di mulai dari sebuah foto yang menampilkan sosok dukun di suku Mentawai yang biasa dikenal dengan Sikerei, yang sedang memotong rerumputan. Ia memiliki banyak tato di tubuhnya.

(foto: Sijori Images/Barcroft)

Suku Mentawai ini terkenal dengan tradisonal tato sebagai tanda jika mereka adalah orang suku, dan mereka juga hidup semi-nomaden dengan mengumpulkan makanan dari hutan di sana.

Berbicara mengenai tato, semua keluarga di sana memiliki tato untuk menadai jika orang tersebut adalah bagian dari keluarga. Pembuatan tato di sana juga sangat tradisonal, karena hanya menggunakan kayu dan jarum yang menjadi andalan komunitas mereka.

Selain tato, mereka juga terkenal dengan seni tubuh yang tidak biasa, karena untuk membuat mereka lebih menarik. Tradisi mereka adalah menipiskan gigi, karena mereka percaya itu bisa menarik perhatian dan membuat mereka lebih atraktif.

Mereka tinggal di dalam sebuah UMAS, di mana rumahnya terbuat dari kayu, rumput dan tulang. Di depan rumahnya biasanya ditemukan banyak tulang dan sebuah tempat berdoa.

(foto: Sijori Images/Barcroft)

"Banyak orang Mentawai menolak peradaban modern, dan mereka memilih untuk tetap menjalankan tradisi mereka di sana," jelas Fauzy sebagaimana dikutip dari Mirror, Selasa (15/11/2016).

Di sana, pria bekerja untuk memburu binatang untuk dimakan, sedangkan wanita tinggal di rumah untuk masak dan menjaga anak mereka.

"Mereka juga menjalankan tradisi dengan memakai busana tradional," jelasnya.

Busana tradisional yang dikenakan hanya menutupi area intip saja, sementara untuk area dada mereka tidak menggunakan sehelai kain pun baik wanita maupun pria.

(Fiddy Anggriawan )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement