Selanjutnya, Plengkung Jagasura yang terletak di sebelah Barat Alun-alun Utara. Bentuk Plengkung Jagasura sudah tak utuh lagi dan tinggal menyerupai gapura saja.
Jagasura asal kata dari ‘Jaga’ berarti menjaga dan ‘Sura’ yang artinya pemberani. Jagasura berarti pasukan pemberani, dahulu gerbang ini dijaga oleh pasukan-pasukan Mataram yang gagah dan tegas.
Kemudian, Plengkung Madyasura. Terletak di sisi Timur Keraton Yogyakarta, Plengkung Madyasura juga dikenal dengan Plengkung Buntet alias tertutup. Plengkung ini pernah mengalami pemugaran dan disulap menjadi gapura saat masa pemerintahan Sri Sultan HB VIII.
Terakhir, Plengkung Jagabaya. Gerbang ini terletak di sisi Barat Keraton Yogyakarta. Plengkung ini juga sering disebut Plengkung Tamansari karena letaknya yang berada di kawasan Tamansari.
Jagabaya berarti menjaga dari marabahaya, dalam bahasa Jawa ‘Jaga’ berarti menjaga dan ‘Baya’ berarti bahaya. Kondisi Plengkung Jagabaya telah berubah dari bentuk aslinya dan kini hanya berupa gapura.
(Fransiskus Dasa Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.