Pada masa perang kemerdekaan, pria kelahiran Magetan, Jawa Timur 13 Agustus 1889 ini turut berjasa dalam pelayanan kesehatan kepada para pejuang kemerdekaan.
Sardjito mengupayakan untuk penyediaan obat-obatan dan vitamin bagi prajurit. Dia juga membangun pos kesehatan untuk tentara di Yogyakarta dan sekitarnya, karena dia tahu betul bahwa aspek kesehatan prajurit sangat penting untuk diutamakan.
Selama 13 tahun tinggal di Semarang, Jawa Tengah. Sardjito membantu mengadakan penelitian tentang penyakit lepra di Indonesia selama 10 tahun. Di saat yang sama, dia juga membagi tugasnya untuk memegang jabaan sebagai pemimpin redaksi Medische Britchen.
Setelah itu karir Sardjito terus naik daun hingga diamanahkan menjadi rektor pertama UGM yang kala itu disebut Presiden Universiteit Negeri Gajah Mada pada 1949 selama 12 tahun 9 bulan. Kemudian dia juga terpilih menjadi rektor Universitas Islam Indonesia (UII).
Sardjito wafat ketika masih menjabat sebagai rektor UII pada 5 Mei 1970. Demikian seperti disarikan dari berbagai sumber, Kamis (10/11/2016).
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.