Moewardi juga sempat memindahkan barisan pelopor ke Solo pada 1946 dan mengubah namanya jadi Barisan Benteng. Saat itu suasana di Jakarta semakin memanas dan diambil oleh Tentara Keamanan Rakyat.
Singkat cerita, di Solo, Moewardi mendirikan sekolah kedokteran dan membentuk gerakan rakyat untuk melawan aksi PKI. Lalu PKI pun melakukan pemberontakan di Madiun, Jawa Timur pada tanggal 11 September 1948 dan di Solo dua hari setelahnya.
Saat itu PKI melakukan serangkaian penculikan dan pembunuhan. Moewardi turut menjadi korban kebiadapan PKI karena diculik saat hendak menjalani praktik dokter di Rumah Sakit Jabres. Hingga kini, jasad dr Moewardi hilang tak pernah ditemukan, hilang misterius. Dikutip dari berbagai sumber, Kamis (10/11/2016).
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.