Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

HARI PAHLAWAN: Dari Pakaian Berdarah hingga Cincin Kawin Peninggalan Pahlawan Revolusi

Erika Kurnia , Jurnalis-Kamis, 10 November 2016 |15:20 WIB
HARI PAHLAWAN: Dari Pakaian Berdarah hingga Cincin Kawin Peninggalan Pahlawan Revolusi
Cincin Kawin yang Menyertai Sampai Akhir Hayat Brigjen DI Panjaitan (foto: Erika/Okezone)
A
A
A

PAHLAWAN Revolusi yang gugur karena tragedi G30S/PKI tidak hanya meninggalkan misteri perjuangan mempertahankan bangsa Indonesia dari perpecahan pasca kemerdekaan. Mereka yang gugur juga meninggalkan barang pribadi yang beberapa di antaranya diabadikan di Museum Pancasila Sakti.

Museum Pancasila Sakti yang berada di Jakarta menyimpan sejumlah barang-barang pribadi tujuh perwira militer yang disiksa hingga masuk ke sumur maut di lokasi yang sama, yaitu Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Barang-barang pribadi tersebut dikoleksi museum dan disimpan di dalam “Ruangan Pakaian dan Bekas Darah”. Setelah membayar retribusi museum melalui pintu gerbang, pengunjung museum bisa masuk ke dalam Gedung Paseban dan berjalan ke bagian belakang gedung tersebut.

Di dalam ruangan tersebut, pengunjung museum dapat melihat foto-foto, informasi riwayat hidup dan hasil visum, beserta barang-barang milik tujuh pahlawan revolusi yang gugur di Lubang Buaya. Rata-rata barang pribadi ditemukan setelah pengangkatan jenazah dari sumur maut.

Jendral S Parman contohnya, ditemukan masih menyimpan sisir rambut dan bungkus rokok bermerek “Kent”. Ada juga cincin yang terakhir ditemukan di jari manis Lettu Pierre Andrean Tendean. Cincin kawin dari jari tangan Brigjen DI Pandjaitan juga ikut menemaninya sampai akhir hayat dan kini disimpan di museum.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement