RACUN mental dapat diartikan sebagai hal negatif terkait dengan kesehatan mental dan sifatnya memengaruhi perilaku sehari-hari. Racun mental ini bisa berupa rasa cemas berlebih, iri, benci, egois, emosional dan pikiran negatif lainnya.
Banyak faktor yang dapat memicu timbulnya racun mental. Salah satu yang paling berpengaruh adalah faktor lingkungan. Pasalnya setiap orang membawa pengaruh bagi orang lain.
Mereka yang memiliki mental kuat tentu akan lebih mudah paham dengan kondisi sekitar dan tidak mudah terpengaruh hal negatif. Sedangkan mereka yang bermental lemah sangat mudah terpengaruh dampak buruk lingkungan.
Untuk menghindari kerusakan mental akibat pengaruh lingkungan sekitar. Pahami ciri-ciri seseorang mengidap racun mental dan lebih baik hindari orang-orang yang membawa dampak buruk sebagai berikut:
Showoff
Perilaku ingin selalu dilihat, dinilai dan dipuji merupakan salah satu gangguan akibat racun mental. Mereka akan selalu berusaha membuktikan diri di hadapan setiap orang yang tujuannya membuat orang lain iri.
Bodoh
Bodoh akibat gangguan racun mental bukan berarti bodoh intelegensi. Melainkan kebodohan yang selalu mengambil langkah serta keputusan yang buruk.
Misalnya saja tidak pernah belajar dari pengalaman sehingga kesalahan terus berulang. Mengambil keputusan buruk, rasa ego yang besar, dan merasa dirinya selalu benar.
Penjilat
Karakter penjilat juga disebabkan akibat gangguan racun mental. Mereka memiliki banyak teman dan hanya mengambil keuntungannya saja. Tidak ada timbal balik diantara hubungan tersebut, dan cenderung melupakan jika sudah tidak butuh.
Pemalas
Malas adalah penyakit dan bisa menular. Orang malas dapat membuat orang lainnya jadi pemalas juga. Semakin Anda bergaul dengan orang pemalas, hati-hati jadi pemalas juga. Tapi bagi mereka yang mentalnya kuat, tentu pengaruh racun mental ini tidak akan mudah merasuk.
Prinsip “Hidup ini hanya sekali”
Mereka yang hidup dengan prinsip seperti di atas biasanya tidak pernah berpikir panjang. Mereka akan terus mencari sesuatu yang sama sekali tidak bermakna. Hal itu disebabkan oleh rasa rasa penasaran dan pemikiran ‘ kalau tidak dicoba sekarang, kapan lagi?’
Omong kosong
Mereka yang memiliki mental kuat biasanya tidak pernah repot-repot menebar omong kosong. Semua yang dilakukan bahkan dibicarakan penuh makna dan bermanfaat bagi lawan bicaranya.
Merasa tertekan (stres)
Perasaan tertekan mungkin satu hal lumrah yang biasa terjadi. Namun perasaan tertekan yang berlebihan dan berlarut-larut menjadi tanda bahwa sudah mengidap racun mental. Hal itu disebabkan oleh tidak adanya pemikiran positif dan optimis. Umumnya, mereka selalu mengeluh tiada akhir.
Tidak bisa lepas dari ‘zona nyaman’
Mereka yang berkutat di zona nyaman tidak akan mengalami perkembangan dalam pola pikir dan kondisi mentalnya. Meninggalkan zona nyaman dengan waktu yang tepat merupakan langkah baik untuk mendapat lebih banyak pengalaman, pengetahuan dan perubahan yang membawa dampak positif bagi kesehatan mental.
Tidak pernah bermimpi
Mereka yang tidak punya mimpi sama saja seperti tidak punya tujuan hidup. Pasalnya, berawal dari mimpi, maka semangat untuk meraih hal-hal yang membawa dampak positif bisa diraih.
Tidak beriman
Satu hal lagi yang menandakan bahwa seseorang sudah memiliki racun mental, yakni tidak beriman. Mereka yang tidak beriman tidak percaya akan mimpi yang bisa berubah jadi kenyataan dan keajaiban Tuhan lainnya. Hal itu membuat mereka hanya bergantung pada diri sendiri sehingga tidak pernah mencoba untuk mencapai apa pun dalam hidup. Demikian seperti dikutip Elitedaily, Kamis (3/11/2016).
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.