"Dari lebih dari 20.000 perokok pasif yang kami teliti. Entah bagaimana metodenya, mereka yang tinggal di perumahan publik, masyarakat berpenghasilan rendah dan masyarakat minoritas. Mereka lebih banyak terpapar cotinine," kata Dr. Raja M. Flores, profesor di Mount Sinai Medical Center, seperti dikutip Foxnews, Kamis (27/10/2016),
Meski baru terpapar, cotinine akan bertahan beberapa hari di dalam darah. Bahkan sebuah peneliti pernah menemukan dimana kadar cotinine bisa bertahan selama 13 tahun 8 bulan di dalam darah.
"Tidak banyak yang tahu bahwa endapan asap rokok terdapat di balik pintu, masuk ke celah-celah, ke lingkungan kerja dengan berbagai cara," ujar Raja.
Dia mengamati mereka yang punya kadar cotinine tinggi di dalam darah. Salah satunya kecenderungan menderita kanker paru stadium akhir dan menyebabkan kematian.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.