MENYETOK keju sepertinya pilihan yang tepat karena makanan apapun kini sangat nikmat dipadukan bersama dengan keju. Bahkan dibalut dengan tepung roti dan cukup digoreng, lelehan keju di dalamnya merupakan camilan yang lezat. Yummy.
Namun, sama seperti butter, penanganan dan penyimpanan keju perlu benar-benar diperhatikan agar kualitas rasa dan aromanya tetap terjaga.
Keju harus dalam kondisi yang 'matang'. Baik keju yang keras, semi keras dan semi lembut, keju harus disimpan dalam suhu 8-13 derajat Celcius.
Jangan meletakkan begitu saja keju dalam lemari es Anda, tapi terlebih dahulu bungkus dengan kantong kertas makanan yang longgar. Hal ini bertujuan agar keju tetap terjaga kelembabannya dan ada sirkulasi udara. Karenanya, jangan membungkus keju dengan plastik cling film yang akan membungkus keju terlalu ketat.
Selain itu, organisme dalam keju tidak boleh terputus dengan udara, namun demikian tetap jaga agar keju dalam kondisi kering.
Untuk jenis blue cheese, bungkus di seluruh permukaannya. Hal ini agar spora dalam keju biru tidak menyebar ke keju lainnya atau bahkan ke bahan makanan lainnya yang disimpan dengan keju.
Ketika ingin digunakan, sebaiknya keluarkan keju dari lemari es satu setengah atau dua jam sebelum digunakan. Biarkan suhunya menjadi suhu ruang dengan sendirinya.
Satu hal lagi yang perlu Anda ketahui adalah, saat menyimpannya dalam kulkas, jauhkan keju dengan bahan makanan yang berbau tajam. Hal ini karena keju bisa menyerap aroma lain sehingga merusak aroma dan cita rasa keju itu sendiri. Karenanya menjadi penting untuk membungkus keju terlebih dahulu sebelum disimpan dalam kulkas. Demikian seperti dilansir dari Cheese.com, Selasa (25/10/2016).
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.