Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengapa Orang Berkulit Putih dengan Rambut Gimbal Selalu Menuai Kecaman?

Annisa Amalia Ikhsania , Jurnalis-Sabtu, 08 Oktober 2016 |10:28 WIB
Mengapa Orang Berkulit Putih dengan Rambut Gimbal Selalu Menuai Kecaman?
Justin Bieber pernah bergaya rambut gimbal (foto: abcnews)
A
A
A

APA yang terbersit dalam diri Anda begitu memikirkan atau mendengar rambut gimbal? Musik reggae, orang kulit hitam, Bob Marley, atau Mbah Surip?

Ya, selama ini rambut gimbal memang identik dengan mereka yang berkulit hitam. Tentu jarang sekali bahkan tidak pernah menemukan orang berkulit putih memiliki rambut asli bergaya gimbal. Mengapa bisa begitu?

Di tahun 1924, Marcus Garvey mendirikan The Universal Negro Improvement Association, yang merupakan gerakan untuk membangkitkan kebanggaan kulit hitam. Sejak saat itu, rambut gimbal memiliki nilai politis pergerakan.

Marcus memperkenalkan gerakan religius dan membangkitkan kesadaran kulit hitam yang mengacu pada Al Kitab. Gerakan ini percaya bahwa Ras Tafari Makonnen yang dikenal sebagai Kaisar Haile Selassie dari Ethiopia pada 1930-an sebagai Juru Selamat.

Oleh karena itu, kemudian rambut gimbal identik dengan gerakan Rastafarian. Gerakan ini merupakan simbol pemberontakan orang Jamaika terhadap dominasi kolonial putih sehingga mereka memilih tampilan fisik yang menunjukkan identitas mereka.

Itulah mengapa orang berambut gimbal seringkali identik dengan mereka yang berkulit hitam. Mereka selalu menganggap rambut gimbal merupakan budayanya. Tak heran ketika ada orang berkulit putih mencoba gaya rambut gimbal, hal tersebut langsung menuai kecaman dari orang kulit hitam.

Misalnya saja, kontroversi seorang mahasiswa Universitas San Fransisco berkulit putih yang berambut gimbal. Dalam sebuah video yang tersebar di dunia maya, ia tengah berdebat bersama seorang wanita berkulit hitam.

Rupanya, wanita tersebut merasa tidak suka dengan mahasiswa kulit putih yang berambut gimbal. Wanita itu merasa jika rambut gimbal merupakan budayanya, sementara sang mahasiswi merasa jika rambut gimbalnya tak masalah karena merupakan tren gaya rambut.

Kritikan bahkan juga diterima oleh desainer sekelas Marc Jacobs. Fashion show koleksi terbarunya di New York Fashion Week 2017 lalu menjadi kontroversi akibat para modelnya yang didandani dengan rambut gimbal. Sejumlah pengguna media sosial menyebut sang desainer tidak menghargai kebudayaan pihak lain karena memakai model kulit putih, seperti Gigi dan Bella Hadid, Karlie Kloss, serta Kendall Jenner, untuk tampil dengan rambut gimbal. Di mana sebenarnya mereka tidak memiliki rambut seperti itu.


Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement