Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Brebes Hidupkan Desa Wisata Berbasis Edukasi

Dwi Ayu Artantiani , Jurnalis-Senin, 03 Oktober 2016 |12:20 WIB
Brebes Hidupkan Desa Wisata Berbasis Edukasi
Wisata di Brebes (Foto: Dwi Ayu Artantiani/Okezone)
A
A
A

Mashadi mengungkapkan bermulanya pembentukan desa wisata mangrove ini pada saat terjadi kerusakan lingkungan yang cukup parah, ratusan hektare lahan tambak warga terkena abrasi.

"Setelah itu, munculah ide untuk membuat wisata mangrove yang tadinya hanya sebagai alat penahan abrasi," ungkapnya.

Ia mengaku meskipun baru setahun berjalan, wisata mangrove ini sangat menyedot perhatian masyarakat baik masyarakat sekitar maupun diluar daerah ini. Lahan mangrove ini seluas 210 hektare yang terbagi menjadi lahan tambak dan lahan ekresi.

"Selain wisata mangrove, kami juga membentuk sekolah alam dengan tujuan untuk memberikan edukasi kepada anak-anak yang belum memahami soal lingkungan, seperti ekosistem wisata, kerusakan alam, siklus air, pembibitan kepiting soka dan lainnya," papar Mashadi.

Untuk sekolah alam, kata dia, baru berdiri April 2016 lalu, pihaknya juga terus berupaya untuk mempromosikan desa wisata mangrove ini setahun kedepan.

"Kami baru memasang tarif paket wisata untuk keluarga sebesar Rp500 ribu untuk 6 orang, itu diluar hari Sabtu dan Minggu, pasalnya perahu kita terbatas," terangnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement