THALASEMIA adalah penyakit darah turunan yang membuat tubuh menghasilkan hemoglobin dalam bentuk abnormal. Kegagalan tubuh membentuk sel darah normal akan menyebabkan gejala anemia yang merupakan ciri penyakit thalassemia ini.
Gejala seseorang mengidap thalassemia akan tergantung pada jenis thalassemia yang diderita. Setidaknya ada tiga bentuk thalassemia yang menentukan ciri dan gejalanya, yaitu thalassemia minor, beta-thalassemia, dan alfa-thalassemia.
Thalassemia minor
Dilansir dari Healthline, Jumat (30/9/2016), thalassemia minor biasanya tidak menimbulkan gejala apapun. Kalau pun ada biasanya akan menyebabkan anemia ringan.
Thalassemia beta
Beta-thalassemia muncul dalam dua jenis yang serius, yaitu thalassemia mayor atau anemia Cooley dan thalassemia intermedia. Gejala-gejala thalassemia mayor umumnya muncul sebelum penderitanya berusia dua tahun.
Anemia berat yang berkaitan dengan kondisi ini dapat mengancam jiwa. Ciri-ciri dan gejala lain meliputi kepucatan, sering infeksi, nafsu makan yang buruk, kegagalan perkembangan, penyakit kuning yang muncul dapat terlihat di kulit atau putih mata, pembesaran organ.
Bentuk thalassemia biasanya begitu parah sehingga memerlukan transfusi darah secara teratur. Thalassemia intermedia merupakan bentuk beta-thalassemia yang tidak terlalu parah, sehingga tidak perlu transfusi darah.
Thalassemia alfa
Thalassemia alfa juga memiliki dua bentuk yang serius, yaitu penyakit hemoglobin H dan hidrops fetalis. Penyakit hemoglobin H dapat menyebabkan masalah tulang, yang membuat pipi, dahi, dan rahang tumbuh terlalu cepat.
Selain itu, penyakit hemoglobin H dapat menyebabkan penyakit kuning, perbesaran limpa, kekurangan gizi. Sementara hidrops fetalis adalah bentuk thalassemia yang sangat parah. Hal ini terjadi sebelum kelahiran yang menyebabkan kematian janin.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.