Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Perjuangan Penderita Talasemia

KISAH: Pelukan Terakhir, "Mama Ikhlas Kamu Pergi"

Renny Sundayani , Jurnalis-Jum'at, 27 Januari 2017 |06:14 WIB
KISAH: Pelukan Terakhir,
Penderita Thalasemia (Foto: Yayasan Thalesemia Jakarta)
A
A
A

MEMILIKI anak yang menderita talasemia tidak membuat Watty Ruswandi menyerah. Kegigihan dan pengorbanan untuk menyembuhkan kedua anaknya tidaklah sia-sia. Setidaknya, ia bersama suami selalu berusaha membahagiakan sang buah hari di detik-detik terakhir kepergiannya.

Didapuknya sang suami, Ruswandi, untuk menjadi Ketua Yayasan Thalasemia Indonesia Pusat ditujukan untuk menolong para orangtua yang memiliki anak penderita talasemia.

Rumah Sakit Jadi Rumah Kedua Anak Saya

(Bunda Watty, Sumber Foto: Renny/Okezone)

Berawal dari memiliki anak dengan talasemia, ujian yang dihadapi Bunda Watty – sapaan akrab Watty Ruswandi— seakan tak ada hentinya. Anak ketiganya divonis menderita talasemia di usia 10 bulan pada 1980. Oleh sebab itu, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menjadi rumah kedua mereka.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement