Menurutnya buku tersebut sangat lengkap. Selain memuat 1.600 resep tradisional, buku ini membahas bahan makanan, menyusun menu sehat, istilah-istilah memasak, nutrisi, keamanan pangan sampai mengulas soal dapur.
"Saya terkesan dengan bab yang membahas Dapur, bagaimana desain dapur yang aman serta layout-nya. Saat ini rasanya tidak ada buku yang membahas bagaimana pentingnya Dapur di dalam suatu rumah dan di buku ini memang tergambarkan dapur yang sangat tradisional dan khas pada masanya," pungkasnya.
Untuk takaran dalam memasak juga dibahas dalam buku ini. Mungkin bagi generasi muda, penulisan takaran tersebut agak sulit dipahami, lantaran masih mengadopsi gaya penulisan pada 1967, dimana buku tersebut pertama kali diterbitkan.
Misalnya untuk takaran satu ruas jadi, gaya bahasa yang digunakan adalah Kentjur 1 rdj. Rdj = ruas djari dan lain sebagainya. Bagian menarik lainnya adalah ilustrasi tangan dari aneka bentuk ketupat, informasi bagaimana mengupas nanas, membersihkan ikan dan lain-lain.
"Ada resep-resep yang perlu di-"verifikasi" kembali karena namanya tidak sesuai dengan bahan yang dipakai," jawab Shanti.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.