Advertisement
Advertisement

Mustika Rasa, Warisan Soekarno Menjaga Politik Pangan Tanah Air

Santi Andriani-Dinno Baskoro , Jurnalis-Sabtu, 20 Agustus 2016 |07:10 WIB
Mustika Rasa, Warisan Soekarno Menjaga Politik Pangan Tanah Air
Mustika Rasa, cara Soekarno menjaga politik pangan di Tanah Air (Foto: Shantiserad)
A
A
A

PERNAH dengar Mustika Rasa? Buku masak warisan Presiden RI pertama itu belum lama ini kembali diterbitkan. Perlu diketahui, buku masak ini tak hanya bentuk pelestarian kuliner Nusantara, melainkan sebagai cerminan dari politik pangan di Tanah Air.

Kuliner merupakan salah satu tanda identitas bangsa. Apalagi di Indonesia yang kaya akan tradisi dan budaya, kuliner khasnya wajib didokumentasikan agar tidak diakui oleh bangsa atau negara lain.

"Mustikarasa menunjukan bahwa makanan itu urusan yang serius. Sebab itu negara harus serius memperhatikannya. Kalau tidak maka bukan saja merugi bahkan negara bisa terancam bahaya," kata JJ Rizal, sejarawan dan pemerhati tradisi dan budaya Tanah Air kepada Okezone melalui pesan elektronik.

Karena itu, di dalam buku masak Mustikarasa tidak sekadar berisi kumpulan resep masakan Nusantara. Tetapi kata dia, menjadi simol politik pangan yang diwariskan oleh Alm. Ir. Soekarno.

Tidak aneh jika membaca Mustikarasa dan terdapat konten yang hanya berisi 1.600 resep tradisional. Buku ini memiliki budaya dan tradisi lokal, seperti budaya dapur masyarakat sampai makanan yang kini samar bahkan lenyap ditelan zaman.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement