SIAPA sangka bisnis tekstil dan garmen yang berawal dari sebuah kios kecil di Pasar Klewer, Solo, Jawa Tengah, kini sudah mendunia. Almarhum H.M Lukminto, pendiri PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) punya peranan penting dalam perjalanan bisnis tersebut.
Khususnya pada delapan prinsip hidup yang selalu ditularkan almarhum kepada istri, anak, serta keluarga besarnya.
"Almarhum papa menurunkan legacy, yakni berupa etika dan moral dalam prinsip yang dipegang teguh keluarga. Papa mengajarkan banyak hal untuk kami," jelas Iwan Setiawan, Presiden Direktur Sritex ditemui Okezone di Solo, Jawa Tengah, Rabu (17/8/2016).
Prinsip hidup tersebut selalu dipegang teguh dan dituangkan pada kehidupan sehari-hari dan menggawangi bisnis tekstil dan garmen Sritex. Di antaranya adalah bersikap cengli.
"Cengli itu bersikap fair, adil dan berkembang. Jadi, tidak merugikan orang lain dan hidup dengan saling menguntungkan," tambahnya.
Selain itu, sejumlah pegangan hidup yang dianut Iwan dan keluarga besarnya dari sang ayah, rupanya diterapkan juga pada seluruh jajaran karyawan Sritex, yang menjadi salah satu kunci sukses produsen tekstil dan garmen yang sudah mencapai usia emas di tahun ini.
"Prinsip itu jadi pegangan hidup sehari-hari. Kerja keras, peduli lingkungan, empati, menghargai pendidikan, dan pentingnya peran agama kami tuangkan juga untuk seluruh jajaran karyawan Sritex," tutupnya.
(Tuty Ocktaviany)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.