Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Inilah Kisah Mengerikan Usai Melentikkan Bulu Mata

Annisa Amalia Ikhsania , Jurnalis-Minggu, 24 Juli 2016 |13:09 WIB
Inilah Kisah Mengerikan Usai Melentikkan Bulu Mata
Insiden gara-gara melentikkan bulu mata (Foto: Cosmopolitan)
A
A
A

BULU mata bisa membuat tampilan mata seorang wanita menjadi lebih cantik dan ‘hidup’. Tak heran, penjepit bulu mata menjadi alat andalan para wanita sebelum menggunakan maskara.

Sayangnya, alat pelentik bulu mata tidak hanya mempercantik riasan mata, namun bisa membawa bencana. Bagaimana bisa?

Adalah seorang wanita dalam akun forum Reddit yang berbagi kisah mengerikan terkait bulu matanya. Ia mengunggah beberapa foto yang memperlihatkan bulu matanya dalam keadaan setengah botak usai melentikkan.

Rupanya, hal tersebut terjadi ketika menjepit bulu mata, ia tengah bersin sehingga secara tidak sengaja bulu matanya pun tercabut cukup banyak. Hal ini terlihat melalui sebuah foto yang memperlihatkan bulu matanya menempel di alat penjepit bulu mata.

Tak hanya itu, penjepit bulu mata itu hampir menjepit bagian kelopak matanya. Alhasil, kelopak matanya nyaris robek. Begitu pula bagian garis matanya yang ikut terluka.

“Aku berpikir, kalau sudah merobek kelopak mataku,” tulisnya dalam sebuah komentar, seperti dikutip Cosmopolitan, Minggu (23/7/2016).

Kini, wanita tersebut telah kehilangan bulu matanya. Tentu ia harus menanggung malu lantaran penampilannya yang tidak lengkap. Belum lagi rasa sakit yang harus diterimanya.

Oleh karena itu, berhati-hatilah menggunakan alat pelentik bulu mata. Hindari menjepit bulu mata dalam keadaan bergerak, termasuk bersin, atau Anda akan mengalami insiden serupa dengan wanita ini.

(Tuty Ocktaviany)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement