Mereka penuh semangat dan sesekali bercengkrama melempar canda untuk membuat pekerjaan menjadi lebih menyenangkan. Sementara di sudut lainnya, terlihat beberapa perempuan lainnya bertugas menyerut gula merah dan merajang bawang merah sebagai bumbu penyedap dodol. Di bawah pohon rambutan yang rindang, tampak seorang pria yang orang Jawa, tengah mengaduk-aduk santan kelapa kental dalam sebuah kuali besar yang dimasak dengan kayu bakar untuk dijadikan minyak.
Keluarga Marsim Lebaran kali ini membuat sekira 25 kilogram dodol betawi, lima kilogram lebih sedikit ketimbang Lebaran tahun lalu yang membuat 30 kilogram. Sekira Rp1,5 juta digelontorkan Pak Marsim pribadi untuk membuat dodol yang nantinya akan dibagikan ke sanak keluarga dan juga para tetangga.
Untuk membuat dodol betawi itu, Rusiah Janur menerangkan, setidaknya dibutuhkan 25 kg tepung beras ketan hitam, 35 buah kelapa tua untuk diambil santannya, 16 kg gula merah, 10 kg gula pasir, setengah kilogram bawang merah, garam, dan minyak kelapa.
"Bawang merahnya bikin dodol gurih, jadi enggak manis doank, tapi juga ada gurihnya," jelas Rusiah ketika Okezone penasaran mengapa menggunakan bawang merah, sementara dodol adalah camilan manis.
Setelah adonan dodol lembut dan agak cair, giliran dalam kuali besar dimasukkan bahan-bahan pertama, seperti gula merah, gula pasir, bawang merah rajang dan air. Kini giliran tenaga pria dibutuhkan untuk mengaduk-aduk hingga gula merah sepenuhnya encer namun tidak sampai menjadi karamel. Sebuah kayu yang mirip sampan digunakan untuk mengaduk.