Di Seni Sono juga terdapat panggung yang langsung menghadap ke jalan. Masyarakat bisa menyaksikan segala pertunjukan mulai dari teater, drama, paduan suara maupun seni panggung lainnya tanpa harus keluar uang alias gratis.
Namun pada sekitar tahun 1995 gedung ini dipugar untuk perluasan bangunan Istana Gedung Agung Yogyakarta. Saat ini sisa-sisa kejayaan Seni Sono sudah tak nampak lagi, namun demikian hal itu tak menyurutkan semangat seniman-seniman Yogyakarta untuk tetap berkreasi.
Taman Kota
Lokasi yang satu ini terletak di Jalan Panembahan Senopati, Gondomanan, Yogyakarta. Dahulu di lahan sekitar 1.000 meter persegi ini berdiri suatu tempat yang dinamakan Taman Kota. Tempat ini berdiri memanjang di kawasan depan SMPN 2 Yogyakarta ke barat hingga di depan Gereja ST Franciscus Xaverius atau yang sering disebut Gereja Kidul Loji.
Selain menjadi ruang publik, Taman Kota juga difungsikan sebagai tempat terbuka hijau dimana warga bisa berkumpul dan merasakan suasana perkotaan sambil menikmati rindangnya pepohonan. Di dalam komplek Taman Kota juga terdapat fasilitas bermain bagi anak serta kursi-kursi kayu maupun hamparan rumput untuk bersantai pengunjung.
Lama kelamaan Taman Kota sepi pengunjunga dan menjadi tak terawat. Bukannya sebagai ruang publik lagi, namun Taman Kota malah dijadikan sebagai lokasi mangkalnya pada waria di malam hingga dini hari. Sekitar tahun 1998 Taman Kota akhirnya diratakan dengan tanah dan kini menjadi tempat parkir kendaraan wisata yang bernama Taman Parkir Senopati.