"Untuk mengatasi nyeri, namun pasien belum mau punya anak, dokter bisa kasih kontrasepsi oral untuk mengistirahatkan pematangan sel telur. Ada juga progestin tuggal yang signifikan meredakan nyeri, tapi harganya masih selangit. Pemberian hormon GnRH agonis juga bisa diberikan untuk mengistirahatkan indung telur supaya tidak bekerja dulu," paparnya.
Untuk diagnosis atau mengetahui keberadaan endometriosis lebih jelas, pemeriksaan USG, serum darah antigen kanker ca 125, atau laparoskopi yang sedang tren bisa dilakukan. Kista endometriosis, menurut dr Adrian jarang yang lebih dari 10 cm, tapi kista seukuran 5 cm saja bisa membuat wanita menderita.
"Kalau memang sudah besar dan mengganggu, dokter bisa lakukan pembedahan konservatif. Ada juga ablasi saraf uterosaklar, tapi ini mulai ditiinggalkan. Ada lagi dengan pembedahan definitif, seperti histerektomi yang bisa dilakukan pada mereka yang sudah tua dan tidak ingin punya anak lagi," katanya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.