GANGGUAN pada organ reproduksi wanita yang bernama endometriosis atau kista coklat kini kian banyak ditemui pada perempuan usia subur. Banyak yang menganggap endometrisis lantas membuat wanita menjadi infertil atau tidak subur, padahal tidak demikian.
Endometriosis atau kista coklat adalah suatu kondisi di mana kelenjar endometriosis tumbuh di luar rongga rahim. Kasusnya mencapai 5-10 persen di usia subur dan 30 persen pada wanita infertil, kata dokter spesialis kebidanan dan penyakit wanita dari Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ), Dr Adrian Setiawan, SpOG.
"Risiko 30 persen pada wanita infertil itu tidak boleh dibalik. Endometriosis tidak membuat wanita menjadi tidak subur, tetap memperberat ketidaksuburannya," jelas dr Adrian dalam diskusi media yang diadakan di Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Jakarta, Selasa 24 Mei 2016.
Ia menjelaskan, kista coklat dapat memperburuk infertilitas karena kista bisa merusak anatomi alat reproduksi. Contohnya karena perlengketan yang menyebabkan sperma tidak bisa masuk atau sel telur yang tidak bisa sampai ke dinding rahim. "Masalah infertilitas juga kerap dikaitkan dengan keberadaan miom yang biasanya setali tiga uang dengan kista coklat," tambahnya.
Kista ini utamanya digejalai dengan nyeri panggul yang memuncak saat saat darah sedang banyak-banyaknya. Gejala lain yang kerap dikeluhkan sepert dischezia, kesulitan buang air besar, dan nyeri punggung. Bila gejala-gejala tersebut sudah sangat mengganggu, maka penanganan medis bisa diberikan, kata dr Adrian.
"Untuk mengatasi nyeri, namun pasien belum mau punya anak, dokter bisa kasih kontrasepsi oral untuk mengistirahatkan pematangan sel telur. Ada juga progestin tuggal yang signifikan meredakan nyeri, tapi harganya masih selangit. Pemberian hormon GnRH agonis juga bisa diberikan untuk mengistirahatkan indung telur supaya tidak bekerja dulu," paparnya.
Untuk diagnosis atau mengetahui keberadaan endometriosis lebih jelas, pemeriksaan USG, serum darah antigen kanker ca 125, atau laparoskopi yang sedang tren bisa dilakukan. Kista endometriosis, menurut dr Adrian jarang yang lebih dari 10 cm, tapi kista seukuran 5 cm saja bisa membuat wanita menderita.
"Kalau memang sudah besar dan mengganggu, dokter bisa lakukan pembedahan konservatif. Ada juga ablasi saraf uterosaklar, tapi ini mulai ditiinggalkan. Ada lagi dengan pembedahan definitif, seperti histerektomi yang bisa dilakukan pada mereka yang sudah tua dan tidak ingin punya anak lagi," katanya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.