SEJARAH mencatat kepulauan Halmahera menjadi penghasil rempah terbaik Abad XV-XVIII dan tersohor di dunia. Tak heran pulau ini incaran Eropa.
Khusus di Halmahera Barat, selain rempah-rempah potensi wisata di provinsi Maluku Utara ini masih alami dan mempesona. Seperti pegunungan, pantai, taman bawah laut, perkebunan rempah-rempah, di tambah ada wisata sejarah.
Untuk mengangkat kembali potensi pariwisata di wilayah tersebut, pemerintah setempat menggelar Festival Teluk Jailolo (FTJ) 2016. Pagelaran ini digelar secara profesional.
"Acara Festival Teluk Jailolo 2016 ini dibuat untuk menumbuhkan dan mengukuhkan kembali identitas kekayaan Halmahera Barat, Maluku Utara sebagai daerah yang kaya akan sumber daya alam dan sumber daya budi," ujar Bupati Halmahera Barat saat ditemui Okezone, baru-baru ini.
Saat siang hari di jalan menuju Teluk Jailolo yang menjadi lokasi panggung utama, masyarakat dari berbagai desa melakukan pawai rempah-rempah. Mereka berkeliling jalan dengan membawa hasil panen rempah-rempah dari desa masing-masing.
Ada ibu-ibu, anak-anak, dan remaja. Mereka berkostum unik yang yang menonjolkan sisi budaya tradisional. Mereka membawa buah-buahan, sayur-mayur, serta berbagai jenis rempah-rempah.
(Johan Sompotan)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.