YOGYA – Ikan bawal ketika diolah menjadi aneka masakan masih kalah jauh peminatnya dibanding nila karena banyak duri lembutnya. Suatu langkah kreatif, dalam mengolah ikan bawal dengan dipresto sehingga durinya bisa lunak dan bisa disantap.
Dagingnya super empuk dan kian lezat dipadu aneka bumbu atau rempah-rempah. Bila ditambah daun salam atau pandan aromanya semakin khas.
Hal ini dilakukan oleh Ali Amran yang menjadi ketua kelompok budidaya ikan air tawar. Warga Geplakan Banyuraden Sleman ini biasa menerima pesanan membuat bawal presto sejak tahun 2011.
"Idealnya bawal ukuran satu kilogram isi empat ekor yang dipresto. Setelah dbersihkan sisiknya dan dikeluarkan bagian perutnya, ikan lalu direndam dalam bumbu yang sudah dihaluskan dan diberi air secukupnya sekitar 15 menit,” jelas Ali, dikutip dari KRjogja.com.
Menurut Ali, bawal presto yang sudah dimasak, harganya dapat tembus Rp 60.000 perkilogram. Harga ini sudah termasuk sambal trasi dan lalapan. Sedangkan jika ditambah nasi (satu ikan, sambal, lalapan dan nasi) rata-rata Rp 20.000 perkardus. Selain bawal presto, sudah membuat abon dari bawal yang sudah dipresto.
“Kalau abon bawal presto, rencananya akan kami buat tak hanya berdasarkan pesanan. Hanya saja kami belum bisa membeli spiner, yang dapat membuat abon bisa kering atau tidak banyak kandungan minyaknya. Dengan dispiner, abon tidak akan lekas tengik," paparnya.
(Amril Amarullah (Okezone))
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.