Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Risiko Pemberian Imunisasi Polio Tetes

Dewi Kania , Jurnalis-Jum'at, 04 Maret 2016 |19:20 WIB
Risiko Pemberian Imunisasi Polio Tetes
Ilustrasi (Foto: Thehealist)
A
A
A

SEJAK lama Indonesia mengenal vaksin tetes untuk memusnahkan banyak penyakit. Salah satunya adalah pemberian vaksin polio yang akan dilakukan serentak pekan depan.

Ketua Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof Dr dr Cissy B Kartasasmita SpAK mengatakan, ada dua macam vaksin polio yang umum digunakan di Indonesia, yaitu oral vaksin polio (OPV) dan inactivated vaksin polio (IPV). Keduanya tentu memiliki manfaat sama, namun menimbulkan risiko berbeda.

"Pada oral vaksin, virus polio hanya dilemahkan saja. Kemungkinan virusnya bisa bangun lagi dan tetap terjadi penularan lewat tinja yang dikeluarkan oleh si anak," terangnya saat press conference PIN Polio 2016 di Kantor Kementerian Kesehatan RI, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (4/3/2016).

Sementara pemberian IPV, lanjut dia, sangat efektif membunuh virus polio, karena sifatnya vaksin tersebut mematikan. Tak hanya itu, vaksin injeksi ini juga mampu memperkuat kekebalan tubuh anak, sehingga dapat menangkal penyakit lainnya.

"Pemberian IPV memberikan imunitas pada anak. Diharapkan 95 persen menjaga anak-anak dari virus polio liar yang rawan terjadi di Indonesia," paparnya.

Sebagai informasi, pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sudah dua tahun memberikan imunisasi polio IPV kepada masyarakatnya. Diharap dengan cara ini, tidak ada lagi penyebaran polio yang menghantui masyarakat.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement