RISIKO penyebaran polio di Indonesia tetap tinggi. Diduga, penularan virus tersebut berasal dari luar negeri (importasi).
Menteri Kesehatan RI Prof Nila F Moeloek mengatakan, sebelum tahun 2014, Indonesia masih mengalami banyak kasus polio. Maka pemerintah pun gencar melakukan pencegahan dengan imunisasi massal, sampai akhirnya berbuah manis.
"Indonesia sudah berapa kali melakukan imunisasi polio. Waktu tahun 2006 ada satu kasus di Aceh Tenggara dan Nangroe Aceh Darussalam tak pernah ditemukan lagi. Tetapi sebelumnya tahun 2005, di Sukabumi juga ditemukan kasus polio. Karena itu imunisasi dilakukan lagi, sampai dicek WHO tahun 2014 sudah bersih," imbuhnya.
Dia mengungkapkan, virus polio import tersebut diduga berasal dari Nigeria yang menyebar melalui Timur Tengah. Penularan ini rawan dialami oleh anak-anak yang belum pernah melakukan vaksin polio sejak lahir.
"Dua negara yang sampai saat ini belum bebas polio adalah Afganistan dan Pakistan. Oleh karena itu, WHO minta lagi melakukan eradikasi polio secara global," katanya.
Dia mengimbau, kepada seluruh masyarakat Indonesia wajib melakukan imunisasi polio yang serentak dilakukan pada 8-15 Maret 2015. Kegiatan ini diharapkan memberikan perlindungan optimal bagi seluruh anak Indonesia terhadap penularan virus polio.
"Mudah-mudahan PIN Polio bisa sukses dilakukan di Indonesia. Imunisasi dilakukan di POS PIN, posyandu, lolindes, poskesdes, puskesmas, puskesmas pembantu, rumah sakit, sekolah, pelabuhan, bandara, dan terminal," tutupnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.