IKAN dianggap sebagai lambang keberuntungan dalam budaya Tionghoa. Karena itu saat perayaan tahun baru, menu ikan menjadi sajian wajib untuk dinikmati.
Meski demikian, ketika menikmati ikan ada tata cara tersendiri. Hal itu biasanya tidak boleh dilanggar karena menyiratkan penghormatan kepada orang yang dituakan. Simak ulasan lengkapnya, sebagaimana dilansir Chinahighlights, Sabtu (6/2/2016).
Makan ikan dua kali
Biasanya, ikan disuguhkan dan dimakan dua kali, yakni disantap pada malam tahun baru dan hari-H. Jika ikan yang disuguhkan hanya satu, maka saat malam hari ikan tersebut tidak dihabiskan. Melainkan disisakan bagian badan ke atas untuk dikonsumsi esok hari.
Ikan harus jadi hidangan terakhir
Sajian ikan harus menjadi hidangan terakhir untuk dinikmati. Selain itu, ada sebuah tradisi dimana ikan tidak dihabiskan semuanya. Melainkan disisakan bagian kiri atas, dan hal tersebut diyakini sebagai pembawa berkah dan keberuntungan.
Tradisi menyisakan bagian ikan dilakukan masyarakat China sebelah utara Sungai Yangtze. Tapi di daerah lain, ada yang tidak menyantap kepala dan ekor ikan.