MEMANG tidak ada hitungan pasti berapa Anda harus buang air besar, tetapi jika BAB kurang dari 3 kali seminggu, itu artinya sembelit. Masalah ini disebabkan oleh berbagai alasan, termasuk yang aneh sekalipun. Penasaran?
Ron Schey, MD, seorang profesor kedokteran di departemen gastroenterologi Temple School of Medicine, mengatakan sebagian besar sembelit tidak diketahui alasannya. Tapi ada beberapa faktor yang mungkin bertanggung jawab untuk itu, seperti dilansir dari Menshealth, Sabtu (23/1/2016).
Berawal dari kebiasaan menahan poop
Menahan keinginan buang air besar beberapa waktu, benar-benar dapat memicu sembelit dan memperburuknya, kata Gregory Thorkelson, MD, dari UPMC Digestive Disorder Center. Ketika Anda tidak juga mengeluarkan tinja Anda, usus akan terus menyerap cairan dari kotoran Anda selama masih ada di sini.
Kondisi tersebut membuat tinja lebih keras dan mengering. Akibatnya, ini dapat membuat Anda lebih sulit untuk buang air kecil ketika Anda akhirnya mendapatkan waktu untuk ke kamar mandi.
Suplemen kalsium
Minum terlalu banyak kalsium dapat memperlambat motilitas usus atau gerakan usus untuk memproses makanan Anda, kata Dr Schey. Jika transit terlalu lambat, itu berarti tinja akan tetahan terlalu lama dan cepat mengering. Hal ini membuat tinja keras, kering, dan sulit untuk dikeluarkan.
Kalsium yang didapat dari makanan sehari-hari seperti keju, susu, yogurt, sarden, atau biji-bijian sebanyak 1.000 mg per hari tidak masalah. Tetapi jika Anda minum suplemen kalsium sitrat bukan kalsium karbonat yang memiliki konsentrasi tinggi dapat berakhir mempengaruhi motilitas usus Anda, kata Dr Schey.
Suplemen zat besi
Seperti kalsium, mengambil terlalu banyak suplemen zat besi dapat membuat sembelit. Itu karena konsentrasi tinggi zat besi dapat memperlambat motilitas usus Anda, kata Dr Schey. Rekomendasi harian dari asupan zat besi per hari adalah 8 mg. Sekalipun Anda memang sedang kekurangan zat besi, jumlah suplemen yang Anda makan tidak boleh berlebihan.
Diabetes
Hampir 1 dari 3 penderita diabetes menderita sembelit, sebuah studi 2014 dari Brazil menemukan. Seiring waktu, orang dengan diabetes mengembangkan kerusakan saraf di seluruh tubuh mereka. Dan ketika kerusakan saraf ini mempengaruhi usus, Anda dapat mengalami sembelit, kata Dr Schey.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.