Desainnya meliputi bukit yang dibawahnya terdapat ruangan berfungsi untuk pengingat bencana tsunami, kemudian ruangan di atas bukit diperuntukkan sebagai ruang pembelajaran, dan atasnya sebagai tempat penyelamatan saat tsunami.
Menurutnya hal itu penting agar masyarakat dan generasi mendatang bisa belajar tentang tsunami di museum ini.
"Suatu saat nauzubillah kala ada bencana lagi, anak cucu kita lebih siap dari pendahulu-pendahulunya karena sudah punya ilmu," ujarnya.
Ridwan ingin Museum Tsunami tak menakutkan, seperti kebanyakan museum lain di Indonesia.
"Hampir semua museum di Indonesia itu dikasih pagar yang tinggi, ada satpamnya yang menakutkan datangnya hanya weekend. Memang membosankan."