KINI Anda tak perlu lagi mengunjungi restoran Jepang hanya untuk menikmati segelas teh hijau atau yang sering disebut sebagai ocha. Di kedai kopi modern, Anda pun bisa mendapatkan segelas green tea latte.
Di kedai-kedai kue dan kudapan, Anda juga bisa mendapatkan kue cubit, biskuit, tart, cokelat, cupcakes hingga martabak dengan campuran dan topping teh hijau. Rasanya yang khas mampu membuat segmentasi pasarnya menjadi tak terbatas!
Tak terbatasnya penikmat teh hijau turut mengaburkan teh hijau itu. Pasalnya, banyak yang tak mengetahui, teh hijau yang sering digunakan sebagai bahan campuran makanan dan latte itu bukanlah teh hijau ocha, melainkan matcha. Meskipun di kemasan terdapat tulisan matcha, masih banyak juga yang kurang “ngeh” dan langsung menyamakan saja ocha dengan matcha. Lantas, apa perbedaannya? Bukankah sama-sama teh hijau?
Ya, benar adanya kalau keduanya sama-sama teh hijau. Namun, induk dari matcha adalah ocha. Ocha, bahasa Jepang dari teh hijau, merupakan daun teh yang masih agak utuh. Cara penyajiannya sama dengan teh pada umumnya, yaitu diseduh dan warna air akan berubah menjadi bening hijau kecokelatan. Ketika sudah menjadi secangkir minuman, rasa ocha kurang nikmat bila ditambahkan pemanis.
Berbeda dengan ocha, matcha adalah daun teh hijau yang sudah digiling halus dengan batu hingga menjadi bubuk. Bentuk bubuk itu mempermudah produsen makanan dan minuman untuk menjadikannya sebagai bahan campuran. Ketika diberi air, teksturnya pun lebih kental.
Tak seperti ocha, matcha bersahabat dengan gula dan krim. Itu karena rasanya yang akan bertambah nikmat bila ditambahkan pemanis. Kehadiran matcha inilah yang membuat banyak orang semakin suka dengan berbagai olahan teh hijau.
Sementara itu, tak sedikit pula produk kecantikan yang memanfaatkan teh hijau sebagai bahan kandungan aktifnya. Teh hijau yang kaya akan antioksidan dipercaya mampu menghilangkan peradangan akibat jerawat, mencerahkan kulit kusam, dan mengatasi minyak berlebih.
Jika Anda penasaran produk kecantikan Anda menggunakan ocha atau matcha, lihat saja bentuk dan tekstur kosmetik yang Anda pakai. Jika berbentuk cair dan bertekstur lembut, biasanya yang digunakan adalah matcha. Namun, jika bentuknya padat dan teksturnya keras agak kasar, seperti sabun batang alami atau scrub, yang digunakan adalah daun teh hijau yang belum dihaluskan alias ocha.
Untuk produk kecantikan, tak perlu Anda khawatir soal perbedaan khasiatnya. Keduanya sama-sama memiliki kebaikan antioksidan yang mampu merawat keindahan dan kesehatan kulit Anda.
(Hessy Trishandiani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.