Secara khusus, para ilmuwan menemukan bahwa histatin, protein kecil di dalam air ludah yang sebelumnya hanya dipercaya membunuh bakteri, bertanggung jawab untuk penyembuhan luka biasa. Sampai kesimpulan ini ditemukan, para peneliti menggunakan sel-sel epitel yang melapisi pipi bagian dalam yang bisa menutupi permukaan dengan sel.
Ini membuktikan bahwa air liur manusia mengandung faktor yang mempercepat penutupan luka sel oral. Karena air liur adalah cairan kompleks yang memiliki banyak komponen untuk penyembuhan luka.
"Penelitian ini tidak hanya menjawab pertanyaan biologis mengapa hewan suka menjilati luka mereka," tambah Peneliti Gerald Weissmann, MD.
Hal itu juga menunjukkan agar kita untuk mulai memandang air ludah sebagai satu sumber bagi obat baru yang bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.