BANYAK pendapat menyatakan bahwa ketika Anda terluka, salah satu bahan pembersihnya adalah air liur Anda sendiri. Anda yang pernah mendengar ini pasti memikirkan dua hal; Apa boleh dan apa tidak jijik?
Bagi sebagian orang, khususnya para orangtua, cara membersihkan luka dianggap cara yang ampuh. Ya, setidaknya lukanya tidak terlalu kotor dan untung jika bisa langsung sembuh. Namanya orang zaman dulu, biasanya bahan alami yang mereka pilih.
Lalu, pertanyaan apakah membersihkan luka dengan ludah itu diperbolehkan secara medis? Apakah tidak kemudian memperburuk kondisi lukanya?
Baca juga :
Head of Medical Affairs Mundipharma Indonesia Dr. Dedy Kartawidjaja, coba menjelaskan mitos yang satu ini. Menurut dia, teori membersihkan luka dengan ludah itu memang diperbolehkan secara medis. Alasannya cukup jelas, yaitu ludah mengandung antibakteri dan antimikroba alami.
"Percaya atau tidak, tubuh manusia memang memiliki kemampuan untuk menciptakan antimikroba dan antibakterinya sendiri. Salah satunya bisa ditemukan di air liur," katanya pada Okezone, Kamis (28/6/2018).
Lebih lengkap lagi, ludah ternyata cukup ampuh membersihkan luka dari bakteri dan mikroba berbahaya. Bahkan, ludah dipercaya sebagai alat pertahanan tubuh yang cukup ampuh. Jadi, konsep membersihkan luka dengan ludah itu diperbolehkan.