Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rekaman Sadis Penyiksaan Tujuh Jenderal oleh PKI

Helmi Ade Saputra , Jurnalis-Kamis, 01 Oktober 2015 |18:27 WIB
Rekaman Sadis Penyiksaan Tujuh Jenderal oleh PKI
Rekaman sadis penyiksaan tujuh jendral oleh PKI (Foto: Wego)
A
A
A

Penculikan Mayjen M.T Haryono dipimpin oleh Serka Bungkus dari Resimen Chakrabirawa. Mereka berangkat dari Desa Lubang Buaya pada 1 Oktober 1965 dinihari menuju kediaman Mayjen M.T Haryono di Jalan Prambanan Jakarta Pusat.

Sesampainya di sana, pemimpin penculik mengetuk pintu yang dibuka oleh istri Mayjen M.T Haryono. Serka Bungkus menyampaikan bahwa Mayjen M.T Haryono harus menghadap presiden. Namun, Mayjen M.T Haryono curiga, sehingga menyuruh istri dan anaknya masuk kamar sebelah.

Hal tersebut membuat para penculik marah mendobrak dan menembaki pintu kamar. Ketika pintu terbuka, kondisi kamar gelap sehingga kawanan penculik membakar surat kabar untuk penerangan. Mayjen M.T Haryono berusaha merebut senjata tetapi gagal, bahkan dirinya ditikam dengan sungkur.

Pada akhirnya, Serka Bungkus menembak Mayjen M.T Haryono sampai tewas. Jenazah Mayjen M.T Haryono kemudian diseret ke luar rumah dan dilemparkan ke atas truk untuk dibawa ke Desa Lubang Buaya.

Penculikan Mayor Jenderal S. Parman

Pasukan penculik pimpinan Serma Satar memasuki pekarangan rumah Mayjen S. Parman pada 1 Oktober 1965 dinihari. Mayjen S. Parman terbangun karena mengira ada pencurian di rumah tetangganya. Mayjen S. Parman yang masih memakai pakaian tidur membuka pintu rumah terkejut melihat kawanan penculik.

Pemimpin penculik menyampaikan pesan bahwa Mayjen S. Parman harus menghadap presiden karena kondisi genting. Kemudian, Mayjen S. Parman langsung berganti pakaian yang diikuti para penculik. Karena tingkah laku tidak wajar, istri Mayjen S. Parman menanyakan surat perintah kepada mereka.

Setelah itu, Mayjen S. Parman menyuruh istrinya menelfon Letjen A. Yani, namun kabel telfon diputus paksa oleh pasukan penculik. Akhirnya, pasukan penculik memaksa Mayjen S. Parman masuk kendaraan untuk dibawa ke Desa Lubang Buaya.

Penculikan Brigadir Jenderal D.I Pandjaitan

Pada 1 Oktober 1965 dinihari, kediaman Brigjen D.I Pandjaitan di Jalan Hassanuddin Kebayoran Baru Jakarta didatangi pasukan penculik yang dipimpin Serma Sukardjo. Para penculik mengepung dan membuka paviliun secara paksa dengan tembakan.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement