Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rekaman Sadis Penyiksaan Tujuh Jenderal oleh PKI

Helmi Ade Saputra , Jurnalis-Kamis, 01 Oktober 2015 |18:27 WIB
Rekaman Sadis Penyiksaan Tujuh Jenderal oleh PKI
Rekaman sadis penyiksaan tujuh jendral oleh PKI (Foto: Wego)
A
A
A

TANGGAL 1 Oktober Bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Momen ini, diceritakan kisah tujuh jenderal yang diculik gerakan G30S PKI.

Selain ketujuh jenderal, salah seorang orang Letnan Satu juga tewas dalam peristiwa G30S PKI yang merupakan tonggak sejarah Peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Berikut kronologis kisah penculikan yang dilakukan G30S PKI terhadap tujuh jenderal dan seorang Letnan Satu menurut penuturan Muhammad Yutharyani selaku Perwira Seksi Pembimbingan Informasi Monumen Pancasila Sakti kepada Okezone, Kamis (1/10/2015).

Penculikan Jenderal A.H Nasution

Sekira pukul 03.00 WIB pada 1 Oktober 1965, pasukan penculik berangkat dari Desa Lubang Buaya menuju kediaman Jenderal A.H Nasution di Jalan Teuku Umar Jakarta. Sesampainya di sana, sekira 30 pasukan penculik yang dipimpin Pelda Djahurub memasuki pekarangan dan menyergap pengawal.

Selanjutnya, 15 orang penculik masuk ke rumah yang membuat Jenderal A.H Nasution, istri dan anaknya Ade Irma Suryani terbangun karena suara gaduh di ruang tamu. Ketika Jenderal A.H Nasution membuka pintu, pasukan penculik menembak ke arahnya namun ia menghindar dengan menjatuhkan diri.

Kemudian, istrinya menyarankan Jenderal A.H Nasution lari keluar melalui pintu lain. Selanjutnya, Jenderal A.H Nasution memanjat tembok yang berbatasan dengan Kedutaan Besar Irak. Ketika berada di atas tembok dan melihat putrinya tertembak, Jenderal A.H Nasution berusaha kembali. Tetapi, istrinya memberi isyarat agar Jenderal A.H Nasution menyelamatkan diri. Akhirnya, Jenderal A.H Nasution melompat tembok dan berhasil selamat.

Penculikan Letnan Satu CZI P.A Tendean

Ketika mendengar letusan senjata di kediaman Menko Hankam Jenderal A.H Nasution pada 1 Oktober 1965 dinihari, Lettu Czi P.A Tendean yang merupakan ajudan Jenderal A.H Nasution terbangun. Dengan memakai celana hijau dan jaket cokelat, serta membawa senjata Lettu Tendean ke luar dari paviliun memeriksa keadaan.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement