TIDAK hanya negara beriklim tropis seperti Thailand, Indonesia pun punya kebun dan pengilangan minuman anggur lokal. Bermula dari percobaan yang tak kenal lelah sejak awal abad ke-20, kini Bali boleh berbangga karena produksi minuman anggurnya telah diakui dunia.
Berada di Singaraja, tepatnya di Buleleng, perkebunan anggur milik Ida Bagus Rai Budarsa atau yang biasa disapa Gus Rai ini sudah mengantar Hatten Wine ke beberapa hotel juga restoran di Bali sejak tahun 1994. Produk pertamanya adalah Rose Wine yang sangat lezat dihidangkan dalam keadaan dingin sehingga cocok dinikmati di tengah iklim hangat dan makanan penuh bumbu khas Bali. Setelah itu, Hatten Wine perlahan mulai memproduksi jenis white wine, white sparkling, medium bodied red wine, dan sebagainya.
Penasaran dengan jenis wine yang sudah diproduksi Hatten sampai sekarang?
1. Aga White Wine
Jenis anggur dry white ini terbuat dari biji anggur Belgia kemudian difermentasikan pada suhu rendah di pengilangan Sanur.
2. Aga Red Wine
Terbuat dari jenis anggur yang berasal dari Perancis namun akhirnya berhasil ditanam setelah melalui uji coba sekian lama, bernama Alphonse-Lavallee. Anggur merah ini berukuran medium dengan warna merah buah ceri. Rasanya yang asin tepat bila dihidangkan dingin dan dipasangkan dengan makanan spicy.
3. Alexandria Wine
Anggur putih ini memiliki rasa manis yang medium dengan karakter aroma anggur juga sedikit bunga-bungaan. Rasanya seimbang antara manis dan asam, meninggalkan aftertaste segar di lidah. Agak mirip dengan Muscat of Alexandria sehingga dinamakan sama.
4. Rose Wine
Produksi pertama Hatten Wine yang mengangkat nama mereka. Menggunakan anggur Alphonse-Lavallee, minuman anggur satu ini menghasilkan aroma buah dan bunga tropis. Meninggalkan aftertaste segar dan clean di lidah.
5. Tunjung Sparkling Wine
Berasal dari jenis anggur Probolinggo Biru yang ditanam dari perkebunan Hatten sendiri, sparkling wine ini beraroma segar kulit jeruk dan bunga dengan sedikit ragi. Dikenal sebagai harta terpendam Bali, minuman ini paling baik dinikmati setelah disimpan paling tidak setahun.
6. Jepun Sparkling Wine
Metode yang digunakan kurang lebih sama dengan Tunjung Sparkling Wine, dengan sentuhan Alphonse-Lavallee saat pressing. Aroma yang dikeluarkan buah-buah tropis nan ringan, Jepun Sparkling Wine sangat cocok diminum dengan makanan pembuka maupun dinikmati begitu saja.
7. Pino de Bali
Anggur satu ini semakin diperkaya berkat proses fermentasi juga penyimpanan yang dilakukan di kayu ek Perancis selama lebih dari 5 tahun menggunakan sistem solera, yang menghasilkan keseimbangan dari kompleksitas aroma dan rasa. Cocok dinikmati dengan makanan yang kaya akan kandungan keju.
8. Two Island Pinot Noir
Dibuat dengan menggunakan anggur dari wilayah Limestone Coast, Australia Selatan, anggur berjenis dry red ini memiliki ukuran medium-light yang lembut dan segar. Menawarkan kemegahan perpaduan gaya vintage dan kekinian yang bakal menarik minat para penikmat anggur merah beraroma buah-buahan.
(Hessy Trishandiani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.