Tak hanya berwisata berselancar di gumuk pasir, Supri mengaku tempat tersebut juga disewakan untuk foto prewedding dan syuting film dengan tarif Rp40 ribu per jam.
Dana yang didapatkan dari para turis, tidak begitu saja dikantungi oleh Supri, melainkan disalurkan untuk kas Karang Taruna Desa Parangtritis.
Tak hanya wisatawan lokal, wisatawan asing juga sering datang untuk berwisata dan justru saat siang hari diwaktu terik matahari semakin menyengat. “Mungkin mereka senang kulitnya terbakar sengatan matahari,” ucap Supri.
Budiman, salah seorang wisatawan, mengaku sengaja datang bersama beberapa temannya untuk merasakan sensasi berselancar di gurun pasir. “Kalau berselancar di laut saya tidak berani, takut tenggelam. Lebih baik di bukit pasir ini,” ujarnya.
(Yogi Cerdito)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.