Seperti dikutip dari buku Kreasi Membuat Hantaran Pengantin karya Tri Winarni Sugito dan Ir. Kinanti Roospitasari, Sabtu (29/8/2015), hantaran atau srah-srahan harus mewakili barang tertentu termasuk makanan. Makanan yang dibuat hantaran bukanlah sembarangan makanan karena ada unsur adat yang memiliki arti khusus.
Setidaknya ada tiga jenis makanan wajib dibawa untuk hantaran yakni makanan pokok, makanan kecil atau snack dan buah-buahan. Makanan pokok biasanya terdiri dari nasi dan lauk pauk. Olahan makanan berupa daging sapi, daging ayam, ikan dan berbagai jenis sayur menjadi makanan lauk pauk yang biasanya menjadi sandingan nasi saat dimakan.
Makanan lainnya yakni makanan kecil atau snack. Jenis makanan ini bisa beragam bentuknya, misalnya mempelai pria membawakan berbagai pilihan kue atau jajanan pasar. Jenis kue yang kerap dijadikan hantaran adalah kue yang memiliki tekstur lengket seperti kue pepe misalnya. Hal ini memiliki arti khusus yakni mengharapkan agar kedua mempelai selalu lengket atau harmonis.
Terakhir adalah buah-buahan. Tidak ada batasan saat membawakan buah-buahan untuk hantaran pengantin, biasanya dalam satu keranjang berisi berbagai buah bercita rasa manis. Rasa manis dari buah ini memiliki makna agar kehidupan pasangan pengantin yang menikah selalu membawa cerita manis.
(Vien Dimyati)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.