Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Karya Haute Couture Desainer Indonesia Perlu Diapresiasi

Annisa Amalia Ikhsania , Jurnalis-Kamis, 20 Agustus 2015 |10:56 WIB
Karya <i>Haute Couture</i> Desainer Indonesia Perlu Diapresiasi
karya haute couture desainer Indonesia perlu diapresiasi (Foto: Deden/Okezone)
A
A
A

DESAINER Indonesia tidak sedikit yang memproduksi busana haute couture. Mengingat sulitnya dalam proses pengerjaan, masyarakat seharusnya bisa mengapresiasi.

Dalam dunia fesyen, ada yang disebut dengan haute couture. Haute couture merupakan identitas atau simbol prestise seorang desainer dalam merilis sebuah koleksi.

Menurut pengamat gaya hidup, Sonny Muchlison, couture salah satunya muncul karena adanya apresiasi dari masyarakat, serta media yang berkembang.

“Ini muncul karena apresiasi dari masyarakat dan pers yang berkembang. Haute couture merupakan suatu pekerjaan yang tidak mudah. Sehingga masyarakat perlu membedakan busana haute couture dengan busana ready to wear,” tutur Sonny Muchlison yang dihubungi Okezone melalui sambungan telefon.

Jika melihat pada arti katanya, haute couture merupakan cara fesyen Prancis untuk mengungkapkan adibusana, yakni kreasi koleksi eksklusif yang ditujukan bagi konsumen spesifik. Maka tak heran bila haute couture mengedepankan pada detail, kualitas, serta segala yang terbaik, mulai dari material hingga pengerjaannya dengan tangan.

Namun, sayangnya masih terdapat masyarakat yang memandang sebelah mata terhadap karya haute couture lantaran harganya yang fantastis.

“Haute couture berbeda dengan koleksi ready to wear, karenanya harga yang diberikan untuk kedua jenis busana tersebut berbeda. Oleh karenanya, masyarakat juga perlu lebih mengapresiasi karya dari desainer tersebut,” tutupnya.

Seperti diketahui, semalam desainer Hian Tjen sukses menggelar peragaan busana tunggal yang pertama. Mengambil lokasi acara di Hotel Raffles Kuningan, Jakarta, Hian Tjen mengusung koleksi bertema “Chateau Fleur”. Koleksi tersebut terdiri dari 50 busana couture.

"Sebenarnya saya belum lama di dunia fesyen, belum 10 tahun. Tapi banyak orang yang mendukung untuk membuat fashion show," ujar Hian Tjen dalam konferensi pers di Hotel Raffles, Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2015.

Peragaan busananya memang spesial. Selain koleksi menarik yang dihadirkan, tapi juga didukung tata panggung dengan desain menawan.

"Panggungnya dibuat seperti chateau atau kastil jadi memang sesuai tema," tutupnya.

(Tuty Ocktaviany)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement