Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenali Jenis Spa Tradisional Indonesia

Annisa Amalia Ikhsania , Jurnalis-Jum'at, 07 Agustus 2015 |11:51 WIB
Kenali Jenis Spa Tradisional Indonesia
Spa tradisional (Foto: Shutterstock)
A
A
A

SPA menjadi perawatan kecantikan wanita. Salah satu spa yang paling difavoritkan adalah tradisional.

Spa sendiri dimaknai sebagai unsur air karena mengacu pada hal kesehatan. Selain itu, spa juga digunakan untuk menjaga keseimbangan panas dan dingin tubuh manusia. Bila tubuh seseorang terlalu panas atau dingin, maka dapat dikatakan bahwa seseorang tersebut sedang sakit. Kendati demikian, dalam memelihara kesehatan perlu memerhatikan keseimbangan panas dan dingin dalam tubuh.

Baru-baru ini Indonesia Wellness Master Association (IWMA) yang terdiri atas para ahli antropologi kesehatan, ahli farmasi, ahli herbal, hingga beberapa staf kedokteran melakukan penelitian untuk menemukan jenis-jenis spa tradisional Indonesia. Hasilnya, ditemukanlah sembilan jenis spa tradisional Indonesia yang sudah ada sejak beberapa tahun silam. Kesembilan jenis spa tradisional tersebut adalah Lulur Jawa, Boreh Bali, Oukup Medan, Batangeh Minang, So’oso Madura, Batimung Banjar Kalimantan, Bakera Minahasa, Bedda Lottong Bugis, dan Tangas Betawi.

Umumnya, teknik yang digunakan oleh setiap daerah tersebut sama saja, yakni melalui penguapan. Namun, bahan atau rempah-rempah yang digunakan sedikit berbeda antar daerahnya.

“Setiap daerah berbeda-beda bahan rempah-rempahnya, hanya beberapa jenis saja yang sama digunakan, seperti jahe, laos merah, sereh, daun jeruk, dan ditambah pula dengan dedaunan dari daerah mereka masing-masing. Jadi, Indonesia sebenarnya kaya akan rempah-rempah dimana nanti rebusan rempahan tersebut digunakan sebagai uap untuk menghangatkan dan mengharumkan,” ungkap Yulia Himawati, perwakilan dari Indonesia Wellness Master Association, kepada Okezone beberapa waktu lalu.

Menurut Yulia, sembilan spa tradisional tersebut masih dapat diaplikasikan hingga saat ini. Hanya saja terdapat perbedaan proses pembuatan antara dahulu dengan sekarang. “Kalau dahulu ramuannya dibuat sendiri kemudian langsung digunakan untuk kebutuhan sendiri. Tetapi, kalau sekarang ada beberapa hal yang tidak bisa dilakukan, seperti agar keharuman ramuannya tetap terjaga perlu adanya aromaterapi dan pengawet, karenanya sekarang banyak orang memilih untuk datang ke rumah spa, lebih praktis,” terangnya lagi.

“Kalau sekarang sudah ada industri yang melakukan hal tersebut, ada industri herbal, industri jamu-jamuan, dan perawatan tubuh yang berasal dari leluhur dan tidak bisa dilakukan secara tradisional lagi. Terpenting, konten yang digunakan sama hanya prosesnya yang berbeda sehingga menjaga ramuannya agar tidak terjadi perubahan,” tutup Yulia sembari tersenyum.

(Ainun Fika Muftiarini)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement