"Perlu diwaspadai apabila batu ginjal dibiarkan membesar dan menyumbat aliran urin akan menyebabkan penurunan fungsi ginjal. Kalau seseorang takut operasi, ESWL bisa jadi alternatif dan dinilai lebih aman," ucap dr Marto di Siloam Hospital Kebon Jeruk, Jakarta, Kamis (6/8/2015).
Lebih lanjut, dokter yang lama tinggal di United Kingdom itu menambahkan, teknik ESWL tidak sama dengan teknik laser. Teknologi laser biasanya digunakan oleh ahli urologi untuk menghancurkan batu pada terapi endoskopi URS (uretero-renoskopi), dengan cara menempelkan probe laser pada batu untuk menghancurkannya.
Dengan ESWL pasien juga tidak perlu untuk rawat inap berlama-lama. Minimal butuh waktu satu malam untuk pemulihan setelah melakukan terapi ESWL.
Sayangnya ESWL juga memiliki risiko bahaya dalam jangka panjang. Batu ginjal sangat bervariasi dalam ukuran, lokasi dan tingkat kekerasan batu. Proses ESWL mungkin harus diulang apabila batu tidak pecah seluruhnya dalam satu sesi
"Ada tindakan juga tentunya ada risiko. ESWL tidak selamanya aman karena bisa meninggalkan batu sisa," tutup dr Marto.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.