Hal itu ditandai dengan banyaknya salon kuku yang semakin banyak, penggunaan warna yang semakin beragam, detail hiasan yang semakin banyak, serta bentuk kuku yang bervariasi. Harga-harga nail art-pun sangat bervariasi, yakni mulai USD30 sampai USD300, sehingga setiap orang dari berbagai kalangan bisa mendapatkan nail art. “Kuku telah berkembang menjadi aksesori layaknya perhiasan, namun dengan harga yang lebih terjangkau.
Orang-orang yang sangat kreatif dapat menciptakan nail artdengan sangat unik,” tutur Kahlna Barfield, beauty director majalah InStyle. Tren perkembangan nail art juga telah memengaruhi tren mode dunia. Hal tersebut terlihat dari pergelaran busana New York Fashion Week 2015 yaitu Libertine dan The Blonds Fall/Winter 2015.
Keduanya samasama menggandeng Creative Nail Design (CND), perusahaan yang bergerak di bidang kreatif penciptaan nail art. Di kedua peragaan busana tersebut, nail art tidak hanya ditampilkan sebagai aksesori kecantikan, juga menjadi tren fesyen itu sendiri. Nail art dikreasikan menjadi seni artistik karena dikombinasikan dengan material unik, seperti kancing, gigi hiu, dan rantai, serta warna-warna emas dan metal.
“Kolaborasi dengan The Blonds menciptakan budaya fashion CND. Adalah hal yang sangat menyenangkan ketika kami bekerja bersama-sama untuk menemukan konsep baru dalam seni kuku artistik,” tutur Jan Arnold, CND Co- Founder and Style Director, seperti dilansir CND.com.
(Ainun Fika Muftiarini)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.