UMUMNYA, wanita sering merasa gemas untuk memencet jerawat yang ada pada wajah. Banyak juga orang yang mengatakan jerawat bisa dipencet, bisa juga tidak.
Menurut dokter kecantikan Nanang Masrani, pendapat tersebut ada benarnya. Ada beberapa jenis jerawat yang perlu dipencet dan ada juga jerawat yang baiknya didiamkan saja.
"Kalau jerawatnya masih sumbatan komedo itu tidak apa-apa dipencet. Tapi kalau sudah ada peradangan, merah, itu jangan dipencet karena nanti akan meninggalkan bekas," jelas dr. Nanang Masrani ketika berkunjung ke redaksi Okezone di gedung HighEnd, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.
Dokter pendiri klinik estetika Gloskin ini juga menambahkan bahwa tidak semua jerawat harus dipencet. Jadi hanya dibiarkan saja dan diberi krim antibiotik. Karena jika dipencet dan menimbulkan kulit wajah yang bolong, justru lebih susah untuk dihilangkan bekas jerawat itu.
Sedangkan jerawat yang masih komedojenik perlu dipencet karena sifatnya yang anaerob. Dengan begitu jerawat akan mati dan tidak ada lagi pada wajah.
"Kalau komedojenik perlu dkieluarkan komedonya agar sumbatan itu terbuka. Karena dia anaerob, tidak suka udara. Kalau kena udara otomatis mati," imbuh dokter Nanang ramah.
Sehingga untuk menghindari sehala jenis jerawat, Anda perlu melakukan pembersihan wajah secara rutin. Pilih produk pembersih wajah yang sesuai dengan jenis kulit.
"Pembersihan harus rutin. Kalau pakai make up cepat dibersihkan dan usahakan make up seminimal mungkin," pungkas dokter Nanang.
(Ainun Fika Muftiarini)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.