PASIEN gagal jantung hidupnya masih bisa tertolong berkat menggunakan alat Oksigenasi Membran Extracorporeal (ECMO). Lantas apa alasan yang mendasari pasien harus menggunakan alat itu?
Ahli Bedah Toraks dan Kardiovaskular dari Gleneagles Hospital dr Su Hang Wen menjelaskan, ECMO bisa menggantikan fungsi jantung dan paru-paru, terutama pada pasien penyakit kardivaskular. Alat medis ini digunakan ketika pasien mengidap myocarditis atau peradangan pada otot jantung, yang diakibatkan oleh infeksi virus, sehingga menyebabkan drastisnya penurunan kerja jantung pada penderitanya.
"Penyebab utama pasien butuh ECMO yaitu virus, serangan jantung, obat-obatan, hingga penyumbatan pembuluh darah. Biasanya ini sering dipakai pasien sudah gagal jantung fase awal," kata dr Su dalam acara Health Talk, di kawasan Sudirman, Jakarta, kemarin.
dr Su menambahkan, di Rumah Sakit Gleneagles Singapura, tingkat keberhasilan penggunaan ECMO sebesar 70 persen. Sayangnya, alat ini hanya bisa digunakan pada pasien yang baru saja terdiagnosa dan melakukan pengobatan pada tahap awal.
"Pasien stadium akhir sudah tidak bisa pakai ECMO. Ini perlu justfikasi yang benar dari dokter, apakah pasien bisa diselamatkan atau tidak, karena biaya yang mahal," jelas dr Su.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.