JAKARTA – Beberapa hari lagi, Jakarta akan merayakan hari jadi yang ke-488. Di tengah kemeriahan menyambutnya, kesenian dan kebudayaan Betawi yang kian terlupakan.
Memang, setiap perayaan hari jadi Kota Jakarta, kesenian dan kebudayaan Betawi selalu tampil di hampir setiap pentas di Ibu Kota. Namun, usai hingar-bingar perayaan, biasanya kesenian dan kebudayaan Betawi kembali tenggelam digerus oleh modernisasi.
Meski begitu, kesenian dan kebudayaan Betawi masih mencoba terus bertahan di tengah-tengah gemerlapnya hiburan ibukota. Kondisi kesenian dan kebudayaan Betawi yang lama-kelamaan dilupakan inilah, membuat salah seorang sukarelawan di Lembaga Kebudayaan Betawi buka suara.
“Kesenian dan kebudayaan Jakarta sampai saat ini menurut saya masih dipandang sebelah mata sama orang-orang,” ujar
Moch Suchrawadhi kepada Okezone di stan Lembaga Kebudayaan Betawi Jakarta Fair Kemayoran 2015, baru-baru ini.
Padahal, menurut pria yang biasa disapa Ardhi ini, kebudayaan dan kesenian Betawi sangat banyak jika benar-benar semuanya dilestarikan.
“Indah banget kesenian kita kalau benar-benar orang Betawi ingin melestarikan,” tambahnya.
Jika semua kesenian dan kebudayaan Betawi benar-benar dilestarikan, bisa menjadi salah satu daya tarik bagi turis yang berkunjung ke Jakarta. Sayangnya, menurut Ardhi, kini justru semakin banyak orang tidak mengenal kesenian dan kebudayaan Betawi.
“Gambang Kromong saja sudah banyak orang-orang yang tidak tahu. Bahkan, sudah semakin banyak orang-orang yang tidak tahu apa itu tanjidor,” tutupnya.
(Yogi Cerdito)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.