Upacara ini diikuti oleh ribuan umat Buddha baik tua maupun muda. Salah seorang peserta bernama Clive Loo mengatakan dirinya datang karena ingin melakukan ritual kedua yang kedua kalinya, setelah ritual pertamanya pada tahun lalu.
“Saya menikmati melakukan ritual saat saya melakukannya pertama kalinya tahun lalu. Jadi saya ingin datang lagi tahun ini,” ujar Clive dikutip dari AsiaOne, Rabu (3/6/2015).
Seorang juru bicara kuil yang tak disebutkan namanya mengatakan bahwa kuil itu penuh sesak karena dikunjungi ribuan orang. Namun, staf kuil bekerja keras untuk memastikan kelancaran acara.
“Kuil penuh sesak, seperti tahun lalu. Tapi semua staf kuil siap dan siaga untuk memastikan kelancaran upacara dan untuk mengelola pertolongan pertama jika perlu,” ujar juru bicara tersebut.
Tahun ini, para umat juga bisa memberikan penghormatan untuk perdana menteri pertama mereka, Lee Kuan Yew yang meninggal di bulan Maret. Kuil ini pun mendedikasikan tempat yang disebut Gratitude Corner untuk memperingati hari kemerdekaan ke-50 Singapura dan mengingat kerja keras para perintis dan pendiri negara.
(Johan Sompotan)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.