Bagi umat Buddha, api adalah melambangkan cahaya yang sejatinya dapat menghapuskan kesuraman dan membawa terang. Selain itu, cahaya juga dapat diibaratkan sebagai pengetahuan di gelapnya kehidupan. Dengan api pula umat Buddha membersihkan segala jenis kotoran batin dengan membakarnya.
Lebih lanjut, pindapatta juga akan dilakukan sebagai bagian dari ritual Waisak. Pindapatta adalah ritual, di mana biarawan Buddha menerima persembahan makanan dari jemaat. Biarawan Buddha akan berjalan dengan kepala tertunduk sambil memegang mangkuk dan jemaat secarta sukarela mengisinya dengan makanan.
Filosofi di balik ritual ini adalah tindakan memberi dan menerima sebagai latihan moral, baik bagi biarawan maupun pengikut Buddha. Bagi para biarawan Buddha, pindapatta adalah salah satu cara melatih diri hidup sederhana dan belajar menghargai pemberian.
Pada hari puncak perayaan Waisak, biasanya biksu dan jemaat Buddha akan berkumpul di Candi Mendut sejak pagi hari. Dari Candi Mendut, mereka akan berjalan kaki menuju Candi Borobudur melewati Candi Pawon, Sungai Elo dan Sungai Progo.
Dalam prosesi tersebut, obor Waisak, air suci dan simbol-simbol Buddha lainnya akan dibawa ke altar utama di halaman sisi barat Candi Borobudur yang menjadi lokasi perayaan Waisak. Demikian dikutip dari Indonesia.travel, Kamis (28/5/2015).(yac)
(Palupi Ambardini)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.