Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bekas Luka Parut Belum Tentu Keloid

Erika Kurnia , Jurnalis-Selasa, 21 April 2015 |18:07 WIB
Bekas Luka Parut Belum Tentu Keloid
Luka parut belum tentu keloid (Foto: Healthtap)
A
A
A

BEKAS luka atau parut setelah kecelakaan atau menjalani operasi mungkin mengerikan. Pertumbuhan jaringan kulit berlebih pada luka sering ditakutkan akan sulit sembuh dan menjadi keloid, atau jaringan yang menonjol dan dapat melebihi batas luka yang ada.

Dokter spesialis kulit dari Brawijaya Women and Children Hospital, Grace Wardhana, mengatakan, ini bisa saja hanya bekas luka hipertrofik. Bekas luka hipertrofik merupakan pertumbuhan jaringan kulit pada area luka yang berwarna merah dan sering menimbulkan rasa gatal tiga bulan setelah luka.

"Tetapi jaringan kulit bekas luka ini hanya akan muncul di sepanjang luka dan dapat disembuhkan secara spontan," kata Dr Grace Wardhana, SpKK, belum lama ini, di Jakarta.

Sementara itu, keloid adalah pertumbuhan jaringan yang sering tumbuh melebihi area bekas luka. "Keloid juga memiliki warna yang lebih gelap atau pucat, mengkilat, dan tidak dapat sembuh sendiri secara spontan," jelasnya lagi.

Keloid sendiri, seperti disampaikan Dr Grace, dapat terbentuk tanpa perlu adanya luka. Ini bisa dipicu adanya faktor genetik.

"Keloid memang tidak membahayakan. Tetapi bisa mengganggu secara estetika, apalagi kalau sudah terasa gatal. Jadi, solusinya memang perlu diterapi," tambah Grace.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement