Lebih lanjut, Didi menuturkan jika koleksi Sawunggaling dipersiapkan dalam jangka waktu yang tidak sebentar. Pasalnya, untuk mendapatkan hasil yang baik, Didi perlu melakukan berbagai hal seperti riset, dan proses membantik yang cukup lama.
“Batik yang baik itu melalui proses yang lama dan biaya yang tidak murah. Saya juga ingin berpesan pada masyarakat bahwa pengrajin batik harus di apresiasi dibeli karyanya tapi tidak bisa dengan harga murah, karena membatik itu membutuhkan waktu” jelasnya.
Sementara itu, Sawunggaling sendiri merupakan batik yang lahir dari tangan Go Tik Swan atau KRT Hardjonegoro. Ia adalah pencipta batik indonesia yang di minta oleh Presiden Soekarno. Sawunggaling diciptakan berdasarkan regalia raja-raja jawa yang berwujudkan sawung (ayam jantan) dan galing (merak jantan). Sawunggaling melambangkan kemenangan, yang senantiasa memperbaharui diri.
(Ainun Fika Muftiarini)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.