Penghargaan itu diumumkan saat penutupan festival, Jumat malam di Cathedral Rozhdeshtvo Bogorodichno Hall, Kota Veliko Tornovo.
Menurut Sekretaris Kedua Penerangan, Sosial, dan Budaya Kedutaan Besar Republik Indonesia Sofia Dina Martina menambahkan jika penghargaan itu diserahkan oleh ketua tim juri Dr Marin Damianov dan juri Antoni Ivanov Tsonev kepada Duta Besar Indonesia Bunyan Saptomo.
Dr Marin sangat terkesan dengan film History and Culture yang menggambarkan keragaman budaya dan agama di Indonesia. Antoni Tsonev juga terkesima dengan nirwana bawah permukaan laut yang ada di berbagai dive site di Indonesia. Keanekaragaman biota, coral, terumbu karang, berbagai species ikan berwarna-warni, hidup dan berkembang aman di Indonesia.
“Kita memang memiliki dive site yang berbeda-beda, dan semuanya punya karakter yang hebat, dari ujung Pulau We, Belitung, Lampung, Karimunjawa, Derawan, Bunaken, Lembeh, Bali, Lombok, Labuan Bajo, Halmahera, Ambon, Wakatobi, sampai Raja Ampat. Jangan ngaku seorang diver, jika belum menjelajah bawah laut Indonesia dari ujung Timur sampai ke Barat,” jelas Arief Yahya.
Festival itu diikuti 90 film dari 23 negara yaitu Bulgaria, Serbia, Brasil, Portugal, Maroko, Thailand, Siprus, Macedonia, Swiss, Kroasia, India, Indonesia, Mesir, Yunani, Polandia, Peru, Kepulauan Faroe (dekat Denmark), Republik Cek, Austria, Malta, Prancis, Finlandia, dan Jerman.
(Johan Sompotan)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.