Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jangan Percaya Lima Mitos tentang Autis

Dewi Kania , Jurnalis-Kamis, 02 April 2015 |16:05 WIB
Jangan Percaya Lima Mitos tentang Autis
Mitos tentang autis (Foto: Lemonade)
A
A
A

BANYAK kaitan mitos yang sering dipercaya banyak orang tentang dunia anak-anak berkebutuhan khusus. Misalnya autis, dimana sering disalahartikan sebagai cacat mental yang sering dicemooh banyak orang.

Lebih dari itu, berikut ini lima mitos tentang autisme yang sebaiknya jangan dipercaya, seperti dilansir Independent, Kamis (2/4/2015).

Anak autis paling banyak laki-laki

Seperti yang kita lihat, anak laki-laki paling sering diklaim menjadi anak berkebutuhan khusus dibanding anak perempuan, dengan perbandingan 4:1. Ets, jangan percaya dulu dengan hal ini karena cuma mitos. Faktanya, di masa lalu autisme adalah memiliki daya ingat otak lebih cerdas jika mereka terdeteksi autis. Sementara, tanda-tanda autisme pada anak perempuan lebih sulit dideteksi. Hanya saja, biasanya mereka cenderung lebih ekspresif dalam mengatur emosi, senang bersosialisasi untuk membentuk persahabatan daripada anak laki-laki.

Anak autis tidak bersosialisasi

Banyak orang mengira anak autis lebih senang bermain dengan dunianya sendiri dan cenderung jarang bersosialisasi. Padahal itu salah, karena anak autis sebenarnya lebih mudah membentuk persahabatan dengan banyak teman-teman di sekelilingnya dan mereka lebih cenderung menjadi orang yang setia dalam menjalin persahabatan.

Autisme hanya ditemukan pada anak-anak

Siapa bilang autisme hanya mengintai anak-anak saja. Buktinya, banyak kasus anak-anak dengan autisme tumbuh menjadi orang dewasa masih dengan autisme. Sebagai pemahaman, autisme menjadi kelainan yang terus berkembang. Tapi jangan khawatir karena orang dewasa dengan autisme akan menjalani hidupnya seperti orang-orang normal.

Anak autisme selalu memiliki bakat luar biasa

Kemampuan luar biasa dari beberapa anak dengan autisme sering membuat kita heran dan kagum. Misalnya cerita dari Stephen Wiltshire, yang dikenal sebagai manusia kamera, yang bisa menggambar panorama yang akurat dan rinci kota setelah melihat sekali saja yang dapat menginspirasi kita. Dalam hal ini, sebenarnya setiap anak memiliki tingkatan dari kecerdasan mereka yang berbeda-beda.

Autisme adalah cacat mental

28 persen orang percaya bahwa autisme adalah suatu kondisi kesehatan mental, bersama dengan depresi atau skizofrenia. Bahkan, autisme adalah kondisi perkembangan seumur hidup. Padahal pengertian itu salah, karena autisme hanyalah kelainan yang diderita oleh seseorang karena pengaruh sistem saraf pada otaknya.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement