Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Acungkan Jempol di Yunani Dianggap Penghinaan

Utami Evi Riyani , Jurnalis-Selasa, 24 Maret 2015 |16:12 WIB
Acungkan Jempol di Yunani Dianggap Penghinaan
Acungkan jempol di Yunani dianggap penghinaan (Foto: Feed)
A
A
A

GERAKAN tubuh bisa digunakan membantu Anda ketika tidak memahami bahasa negara lain. Namun, tidak semua bisa persepsi terhadap isyarat ini sama.

Di beberapa negara lain, gerakan yang kita anggap mengisyaratkan “iya”, bisa jadi berarti “tidak”. Oleh karenanya, hindari enam gerakan atau isyarat yang dapat membuat orang lain tersinggung seperti dilansir Huffingtonpost:
 

Membuat simbol “V”

Anda mungkin akan menganggap bahwa ini adalah simbol perdamaian. Tapi jika melakukannya di Inggris dan Australia, mereka tidak akan mengerti maksud Anda.

Justru mereka akan menganggap simbol itu sebagai suatu takaran jumlah yang dipesan. Bahkan, menunjukkan simbol “V” dengan telapak tangan menghadap ke dalam akan dianggap seperti ingin membuat masalah.

Mengacungkan jempol

Mengacungkan jempol diartikan sebagai ungkapan semuanya berjalan lancar, baik-baik saja atau oke. Namun di negara seperti Afghanistan, Iran, Italia dan Yunani, dapat diartikan sebagai “terserah” atau malah dianggap sebagai penghinaan.

Mengepalkan tangan

Gerakan mengepalkan tangan di udara biasanya diartikan sebagai simbol solidaritas. Berbeda dengan Pakistan, gerakan ini akan dianggap seperti Anda mengacungkan jari tengah di Amerika. Jadi, jangan lakukan gerakan ini berkali-kali di Pakistan, karena akan menimbulkan masalah.

Gerakan memanggil seseorang

Memposisikan jari telunjuk berdiri di antara jari yang lain dengan gerakan mendekat ke tubuh bisa digunakan untuk memanggil seseorang. Namun, di Singapura dan Jepang gerakan ini melambangkan kematian. Sedangkan di Filipina, gerakan ini digunakan untuk memanggil anjing.

Tanduk setan

Simbol tanduk setan yang dibentuk oleh tangan biasa dianggap sebagai “rock n roll”. Namun di Spanyol, Portugal, Italia, Brazil dan Kolombia, gerakan ini melambangkan pengkhianatan atau “zina”.

Telapak tangan terbuka

Gerakan telapak tangan terbuka di beberapa negara berarti “berhenti”. Namun, di Yunani, ini adalah gerakan sensitif yang membuat mereka teringat ke era Bizantium, di mana seseorang melempar kotoran ke penjahat dengan posisi tangan terbuka.

(Johan Sompotan)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement